Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Walikota Bekasi

Ratusan guru honorer mendatangi Kantor Walikota Bekasi
Ratusan guru honorer mendatangi Kantor Walikota Bekasi menuntut segera diangkat menjadi PNS, Senin (1/12/2014).

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI- Ratusan guru honorer atau tenaga kerja kontrak (TKK) dari Kota Bekasi mendatangi kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan usai menggeruduk gedung DPR/MPR RI dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemen PAN dan RB), Senin (1/12/2014).
Mereka melakukan protes terhadap keputusan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, yang menganulir kelulusan mereka. Padahal, mereka telah dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Ketua Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Dini Yurika Indriyani, meminta Pemkot Bekasi segera mengangkat guru honorer menjadi PNS. Hal tersebut disampaikan dalam orasinya saat melakukan aksi di halaman Pemkot Bekasi, Senin (01/12/2014).
Berdasarkan pantauan beritabekasi.co.id, aksi yang dilakukan oleh FPHI yang dimotori Dini Yurika Indriyani meminta Pemkot Bekasi untuk segera melantik guru honorer menjadi PNS. Dini menjelaskan, hasil test CPNS 2013 untuk Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) sudah diumumkan oleh PANSELNAS, akan tetapi sampai hari ini masih banyak persoalan dan permasalahan tentang K2 yang tidak kunjung selesai.
Dia menyayangkan, Hal tersebut dilakukan oleh panselnas dan juga dilaksanakan oleh peserta CPNS dari Tenaga Honorer K2, namun hal menyakitkan justru datang dari tenaga honorer kategori II yang lulus. Mengapa, karena kami tidak diusulkan Nomor Induk Pegawai (NIP), walaupun sejatinya sudah merasa bahagia dengan kelulusan ini dan semua prosedur sudah di jalani.
“Kami sudah menjalankan verval (verifikasi validitas) K2 tahap demi tahap dan dinyatakan Memenuhi Kriteria (MK). Kemudian, untuk tahap selanjutnya kami mengikuti prosedur pemberian nomor tes CPNS tahun 2013 di Kota Bekasi,” paparnya.
Bahkan, dalam kurun waktu yang ditentukan para Tenaga Honorer Kategori 2 yang lulus verval ini diikut sertakan  dalam tes CPNS di Tahun 2013. Dikatakan Dini, dari jumlah 3.833 peserta tes CPNS Kota Bekasi Tahun 2013 dinyatakan lulus sejumlah 838 orang. Selain itu, sebanyak 838 orang yang lulus dilakukan tes verval dan memperoleh hasil 429 memenuhi  syarat dan 409 tidak memenuhi syarat.
Lebih lanjut dia menyatakan, peran guru honorer di Kota Bekasi sangat berarti. Faktanya,hingga saat ini di Kota Bekasi masih kekurangan guru. “Kalau melihat kekurangan guru di kota Bekasi, dapat disimpulkan peran guru atau tenaga pendidik honorer sangat berarti bagi generasi muda Kota Bekasi,”  jelasnya.
Dikatakannya, pendidikan merupakan hal yang vital dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Sudah seharusnya dalam hal ini Wali Kota Bekasi, Rahmat Efendi mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengeluarkan NIP. Khususnya terhadap guru – guru honorer Kategori 2 (K2) yang sudah lulus tes CPNS tahun 2014.
“Tidak seharusnya Pemkot Bekasi, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), mempersulit para Guru yang sudah lulus tes CPNS K2 itu,” tegas Dini.
Dini menambahkan, pihaknya meminta agar seluruh tenaga honorer kategori 2 yang telah lulus tes segera diberikan NIP dan diangkat menjadi PNS tanpa diskriminasi dan tidak melihat masa lalu karena sudah dinyatakan telah memenuhi syarat (TMS) oleh tim verval, sebab hasil verval yang dilakukan beberapa kali sebelum tes sudah dinyatakan final, maka jangan mengorbankan mereka yang lulus tes CPS tahun 2013, Pungkasnya. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *