Penertiban Bangunan Liar Di Medan Satria Ricuh

Kericuhan sempat terjadi saat pembongkaran bangunan liar akan dilaksanakan oleh aparat gabungan Pemkot Bekasi, Medan Satria, Selasa (30/12/2014).
Kericuhan sempat terjadi saat pembongkaran bangunan liar akan dilaksanakan oleh aparat gabungan Pemkot Bekasi, Medan Satria, Selasa (30/12/2014).

BERITABEKASI.CO.ID, MEDAN SATRIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali membongkar bangunan liar di sepanjang jalan irigasi, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (30/12/2014).
Dalam pembongkaran ini seluruh instansi yang berkaitan turut membantu diantaranya, Polresta Bekasi Kota, TNI, Satpol PP, dan juga Dishub Kota Bekasi.
“Ini dilakukan demi keamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat pembongkaran,” ujar Asisten Daerah I Pemkot Bekasi, Makbulloh.
Kemudian Camat Medan Satria Tugiman yang hadir di lokasi mengatakan bahwa pembongkaran ini dilakukan sesuai dengan instruksi Walikota Bekasi. “Sebanyak 49 bangunan liar yang kita bongkar dilakukan karena bangunan berada ditanah negara dan kita sudah sosialisasi kepada pemilik-pemilik bangunan mulai dari surat peringatan 1,2 hingga ke 3,” katanya.
Camat Medan Satria ini juga menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan untuk pelebaran jalan guna mengurai kemacetan yang berada di daerah tersebut.
Kericuhan sempat terjadi saat pembongkaran bangunan liar akan dilaksanakan oleh aparat gabungan Pemkot Bekasi, Medan Satria, Selasa (30/12/2014).
Kericuhan sempat terjadi saat pembongkaran bangunan liar akan dilaksanakan oleh aparat gabungan Pemkot Bekasi, Medan Satria, Selasa (30/12/2014).

“Pada pembongkaran ini pemerintah telah menentukan batas waktu dengan warga Rt 3/7, Rt 7/6, Rt 5/11 yang memiliki bangunan diberi kesempatan untuk membongkar sendiri bangunannya hinggal pukul 14.00 Wib,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Dedi Supriadi mengakui bahwa dalam pembongkaran kali ini ada sedikit masalah dalam komunikasi antara Pemkot Bekasi dengan masyarakat sehingga terjadi sedikit kericuhan.
“Tadi sedikit ada kericuhan tetapi setelah kita lakukan dialog, mereka akhirnya mengerti dan menyerahkan semua keputusan kepada pemerintah, tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan,” pungkasnya. (wok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *