Tokoh Masyarakat Desa Tridaya: "Apapun alasan potongan itu, ya Pungli"

Sejumlah warga Desa Tridayasakti mengadu ke Fraksi PDIP dan membawa beragam karton bertuliskan Dana Rutilahu Disunat, dan Tankap Kepala Desa Tridayasakti

CIKARANG – Tokoh masyaraat Desa Tridayasakti, Taih Minarno menyayangkan adanya pungutan liar (Pungli) terhadap dana Rutilahi di Desanya.
Meski dirinya belum mendengar Pungli rutilahu di Desa Tridayasakkti, namum dia menegaskan, jika benar adanya potongan itu sebaiknya dilaporkan saja pada kepolisian atau kejaksaan.
“Saya belom denger adanya Pungli di Desa saya. Tapi kalau itu benar terjadi yahh laporkan saja ke polisi atau kejaksaan,” tegasnya.
Apapun tujuan dari pemotongan dana Rutilahu itu, Taih menyebutkan tindakan tersebut sama saja dengan Pungli.
“Kalau sudah dianggarkan segitu, jangan dipotong. Apapun alasan potongan itu ya Pungli. Itu laporkan aja,” katanya.
Sebelumnya dikabarkan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Soleman, usai menerima aduan warga Desa Tridayasakti, mendukung upaya warga dan GMBI untuk melaporkan dugaan penyelewengan anggaran Rutilahu tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.
“Ada 25 orang warga yang menjadi korban dengan pemotongan masing-masing sebesar Rp. 1,5 juta. Dana Rutilahu itu-kan Rp15juta dipotong Rp1,5 juta, jadi hanya terima Rp13,5 juta,” kata Soleman yang juga Ketua DPC Partai PDIP Kabupaten Bekasi.
Selain adanya pemotongan dana Rutilahu, warga pun diminta untuk membelanjakan dana tersebut dengan bahan material ke salah satu Toko Bangunan yang berada di Simpang Lima Desa Tridayaksakti.
“Sehingga ada dugaan oknum tersebut berkongkalingkong dengan pemilik Toko Bangunan tersebut,” kata Soleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *