
BEKASI TIMUR – Kondisi Masjid Al Khairat yang terletak di komplek gedung DPRD kota Bekasi dinilai sudah tak layak, pasalnya setiap turun hujan halaman dalam masjid terkena imbasnya akibat atapnya bocor.
Pemandangan ini menjadi hal yang biasa setiap harinya, apalagi bila hujan turun petugas marbot masjid selalu menyediakan ember untuk menampung curahan air hujan.
Sebenarnya, kondisi tersebut telah diketahui oleh anggota DPRD yang sering sholat di masjid Al-Khairat, Namun anehnya renovasi pembangun masjid oleh Pemkot Bekasi tak juga kunjung tiba.
Ketua komisi III DPRD kota Bekasi bidang penganggaran asal Fraksi Gerindra, Murfati mengatakan tahun ini rencananya akan ada pelaksanaan pembangunan.
“Tahun 2018 ini akan ada pelaksanaan untuk renovasi pembangunan Masjid Al Khairat berasal dari APBD 2017. Adapun nilainya saya tidak bisa ungkapkan karena buka merupakan aspirasi pribadi,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (26/1/2018).
“Masjid Al Khairat sendiri memang sudah layak untuk di perbaiki, apalagi tempat ibadah merupakan tempat yang sering digunakan setiap hari oleh umat Muslim khususnya di komplek gedung DPRD kota Bekasi,” sambungnya.
Murfati menjelaskan, perbaikan dan perawatan fasilitas rumah ibadah menjadi prioritas pembangunan. Ia juga mengatakan Sekretaris Dewan (Setwan) sebelumnya Junaedi sudah menganggarkannya APBD 2017 untuk direalisasikan di tahun 2018.
Menurut sumber yang kami dapatkan anggaran tersebut sebesar 1,5 Miliyar yang diperuntukkan untuk pembangunan masjid, namun Murfati tidak bisa memastikan lebih jauh karena bisa jadi akan dikurangi karena anggaran pemerintah kota Bekasi sedang mengalami defisit
“Bappeda sudah tahu itu, cuma ini kan tergantung Walikotanya menyetujui atau tidak, kalau saya berharap apa yang sudah ada di buku APBD itu dilaksanakan semua jangan nanti ujung ujungnya bilang gak ada anggaran, alasan defisitlah karena rencana itu sudah cukup lama namun belum juga terlaksana dan saya sendiri sudah melihat langsung memang bocor keadaannya,” imbuhnya. (RON)