
CIKARANG SELATAN – Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini membuat beberapa wilayah di Cikarang dilanda banjir.
Seperti wilayah perumahan Graha Ciantra, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang selatan, Kabupaten Bekasi hampir 200 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat musibah banjir yang melanda wilayah tersebut.
Sudah 7 hari warga mengungsi ke mushola terdekat yang lokasinya lebih tinggi. Banjir diwilayah ini diakibatkan saluran pembuangan utama yang melewati wilayah ISPI Grup mampet.
Antisipasi sementara dari pihak ISPI menggali dan mencari titik yang diduga menjadi penyebab tersumbatnya saluran dengan menggunakan alat berat. Tetapi warga mengeluhkan lambannya penanganan dari pihak pihak-pihak terkait.
Jika kemarin sore ketinggian air mencapai 1,5 meter, meskipun sudah disedot menggunakan 1 mesin pompa namun sampai dengan dengan pukul 09.00 WIB tinggi air masih 40 centimeter.
Menurut ketua RW bapak Agus Prayitno, jika saluran air tidak segera di terselesaikan dengan intensitas yang masih tinggi 200 rumah warga terancam tenggelam.
“Jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah beberapa kali melayangkan pemberitahuan ke pihak ISPI, dengan adanya saluran kami yang amblas, tetapi sampai terjadi musim hujan belum juga ada respon,” tambahnya.
Ketua DPRD Bapak Sunandar, dan anggota DPRD Bekasi Bapak Nyumarno, Camat Cikarang Selatan, Kepala Desa Ciantra, dan Satpol PP meninjau lokasi musibah banjir di wilayah tersebut dan berjanji akan mencari solusi untuk penanganan dan antisipasi kedepan.
Kondisi korban banjir saat ini sudah mulai mengalami gangguan kesehatan, disisi lain warga juga mengeluhkan biaya penanganan banjir yang sangat tinggi, untuk sewa pompa 10 hari warga harus merogoh kocek hingga 45 juta, itu belum termasuk biaya BBM dan operator setiap harinya.
“Kami sangat berharap peran Pemerintah untuk segera mencari solusi penanganan banjir diwilayah kami, kami sudah cukup menderita dengan musibah ini. selama ini kami mengandalkan bantuan dari beberapa donatur untuk menutup operasional kami,” katanya.(jie)