Tri Adhianto Jelaskan Konsep Pembangunan Kota Bekasi Kedepan

Calon Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berbincang bersama Agus Santhosa, pengelola Graha Persada 2 yang sudah menerapkan konsep Green Building di taman Rooftop Graha Persada 2, selasa (8/5/2018)

BEKASI SELATAN – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto terus mewujudkan Kota Bekasi menjadi Kota Pintar (Smart City).
Kota Bekasi sendiri saat ini menjadi Kota kedua setelah Surabaya yang siap dalam mengadopsi konsep Smart City.
Menurut calon Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ini kota Bekasi sedang melangkah kearah Smart City. Smart secara infrastruktur, smart secara energi dan smart dari sisi pemerintahnya.
Menurutnya, Green Building menjadi salah satu konsep yang akan diterapkan di Kota Bekasi, mulai dari gedung pemerintahan, perkantoran, Apartemen dan Hotel.
“Jika paslon lain baru berwacana akan membuat Green Building, kita sudah punya satu contoh Green Building dibangun di Kota Bekasi yaitu Gedung Graha Persada 2 berlokasi di jl KH Noer Ali, Kalimalang,” Kata Tri Adhianto kepada awak media saat meninjau Graha Persada 2 , selasa (8/5/2018).
“Nantinya gedung-gedung pemerintahan di Kota Bekasi akan menggunakan konsep Green Building,” sambung Tri
Tri menyampaikan, konsep Green Building seperti Gedung Graha Persada 2 dimana bangunannya berwawasan lingkungan.
Gedung Graha Persada 2 juga disusun menjadi gedung smart energi. Ketika gedung ini digunakan maka lampunya akan menyala, dan saat gedung tidak digunakan maka otomatis lampu akan mati dengan sendirinya sehingga menjadi efisien. Hal itu akan kita terapkan ditempat lain nantinya.
Selain itu, kita juga akan merubah seluruh lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bekasi dengan Smart lighting dan bohlam LED hemat energi.
Lanjut Tri, demi mendukung konsep Green Building harus dibuat ketentuan-ketentuan pada proses perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Tri mengatakan, untuk mewujudkan keberhasilan menuju Smart City harus didukung dan kerjasama diantara pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat.
“Begitulah gambaran umum secara gamblang terkait bagaimana membuat Kota Bekasi menuju Smart City, tetapi juga kita tidak meninggalkan sebagai Kota religius,” pungkasnya.(RON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *