
BEKASI SELATAN – Pelaksanaan Kegiatan Pasar Murah 2018 yang digelar di 12 Kecamatan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, dinilai kurang efektif
Pasalnya, hari pertama Pasar Murah yang digelar di Kecamatan Bekasi Barat pada Senin (21/5) lalu. Terlihat sejumlah peserta dari pedagang, ritel maupun distributor masih kosong alias tidak terisi dan sepi.
Sehingga kegiatan Pasar Murah yang memakan biaya ini dinilai tidak efesien oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dalam bulan Ramadan.
Pantauan dilapangan, dari 10 hingga 12 meja stand yang disiapkan hanya tiga sampai empat stand yang terisi dari pagi hari sampai sore hari.
Diantaranya, stand PT Hero Supermarket TBK, pengusaha pakaian dari PKK Kecamatan dan pedagang kue. Sementara itu, Alfamart, Alfa Midi, Bulog, Indogrosir, Indomaret dan empat peserta lainnya tidak hadir.
Karyawan PT Hero Supermarket Tbk, Sugimin membenarkan banyaknya stand yang kosong dalam OPM di Kecamatan Bekasi Barat.
“Dari pagi kita mulai pukul 07.30 WIB sampai siang sekarang (21/5) sepi tidak ada peserta lain yang datang telat. Cuma beberapa stand yang terisi peserta OPM. Stand dekat saya harusnya ada Alfamart dan Bulog tapi tidak ada,” ujar Sugimin
Sementara, salah satu pengunjung bernama Dudi (45) mengungkapkan, sangat senang dapat informasi dari sejumlah warga akan adanya Pasar Murah Ramadhan 2018 di kecamatan.
Tetapi gambaran di lokasi kegiatan tidak sesuai yang ia kira. Kenyataannya, hanya ada satu peserta penjualan kebutuhan pokok. Tetapi bahan pokok utama seperti berasa tidak terdapat di OPM Kecamatan Bekasi Barat.
“Ya saya tadinya mau belanja beras, gula dan minyak. Beras engga ada jadinya saya beli gula putih dan minyak saja,” ungkapnya, Senin (21/5).
Ia menyayangkan, program Disperindag Kota Bekasi atau pemerintah kurang terencana dan matang. Sehingga kebutuhan bahan pokok yang dibutuhkan msayarakat tidak terpenuhi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Makbullah mengatakan, Pasar Murah 2018 yang digelar setiap tahun tersebut untuk tujuan membantu warga yang akan belanja memenuhi kebutuhan ibadah puasa.
Dengan adanya Pasar Murah maka masyarakat tidak khawatir akan kekurangan bahan pokok selama Ramadan. Tak kalah menarik, adapun kegiatan lainnya seperti bazar Ramadan yang diperuntukan bagi semua kalangan masyarakat.
“Ini kegiatan rutin tahunan. Mudah-mudahan pasara murah ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhannya selama ibadah puasa dengan tenang dan lancar,” tuturnya pada (17/5) lalu. (RON)