Server PPDB Down, Diskominfosantik dan Disdik Terus Koordinasi

Ilustrasi

CIKARANG – Sekretaris Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Beni Saputra membenarkan telah melakukan penambahan ‘Bandwidth’ guna kelancaran proses PPDB Online sedang berlangsung.
“Tim kami terus melakukan konfigurasi jaringan sampai detik ini agar layanan berbasis jaringan di Kabupaten Bekasi tidak terganggu, khususnya untuk PPDB Online juga pelayanan administrasi kependudukan,” katanya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membantah server jaringan yang dipakai untuk proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di wilayah setempat mengalami penurunan atau down, seperti keluhan para wali murid yang hendak mendaftarkan sekolah putra-putrinya melalui jalur online.
Kepala Disdik Kabupaten Bekasi Maman Agus (MA) Supratman mengatakan pemerintah daerah setempat telah menambah jangkauan frekuensi jaringan atau bandwidth guna kelancaran proses PPDB Online di wilayahnya.
“Bukan down lebih tepatnya kemarin sempat membludak tapi hari ini sudah lebih lancar dari kemarin, bandwidth nya juga sudah ditambah,” kata Supratman.
Menurut dia pendaftaran online saat ini merupakan bagian dari proses pendaftaran online secara keseluruhan yang dinamakan pra pendaftaran dimana dalam pelaksanaannya terbagi ke dalam beberapa sub rayon yang telah ditentukan.
“Jadi yang dianggap bermasalah kemarin itu adalah dari sub rayon ke kitanya, bukan karena server yang down,” katanya.
Pelaksanaan PPDB Online tingkat SMP hari pertama (kemarin) kata MA mendapat reaksi keluhan wali murid yang menumpuk pendaftaran di satu sekolah sehingga memakan waktu yang cukup lama.
“Seperti di SMPN Tambun 1 kemarin, wali murid numpuk di sana, padahal sudah kita arahin ke Setu atau subrayon lain,” katanya.
MA melanjutkan PPDB Online merupakan hajat pemerintah daerah dengan keterlibatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) selaku penyedia layanan jaringan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebagai pusat data administrasi kependudukan.
“Bukan semata-mata tugas kami (Disdik). Saya juga menyayangkan sejumlah wali murid ‘nakal’ yang memanipulasi data kependudukan dengan memindahkan alamat mereka ke dekat sekolah yang ingin dituju, banyak ditemukan kemarin dan sudah tentu tidak akan dapat diproses karena data kependudukan yang asli dan sah ada di kita, di Disdukcapil tinggal di entry ketahuan kok,” katanya.
Dirinya memastikan pelaksanaan PPDB dari tahun ke tahun di wilayahnya mengalami kemajuan seiring sejumlah perbaikan yang terus dievaluasi sehingga tidak ada celah kecurangan dalam setiap proses pelaksanaannya.
“Potensi kecurangan tidak mungkin karena semua berdasarkan aplikasi dan itu yang selalu kita kroscek ke dinas terkait,” katanya.(jie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *