
BEKASI SELATAN – Pj Walikota Ruddy Gandakusumah memberikan klarifikasinya kepada media terkait ketidakhadirannya menemui para ulama press room kantor Walikota Bekasi.
Melalui pesan singkat Whatsapp, Pj Walikota Bekasi Ruddy Gandakusumah memberikan tanggapannya terkait dengan kehadiran par ulama tersebut.
“Harus jelas alasan mengapa saya harus pulang kampung, apakah saya korupsi, cacat moral, terlibat narkoba atau apa. Dan ada mekanisme dan aturan untuk menyampaikan ketidak puasan,” kata Ruddy Gandakusumah melalui WA, Senin (23/7/2018).
Ruddy Juga menjelaskan bahwa dirinya sudah menjalankan amanah sebagai Pejabat Walikota Bekasi dengan sebaik-baiknya. Jelang habis masa baktinya sebagai Pejabat (Pj) Walikota Bekasi Sepetember mendatang, ia akan menuntaskan masa tugasnya.
“Sebagian besar tugas saya Alhamdulillah berjalan baik, pilkada serentak kondusif, pemerintahan berjalan normal, pelayanan masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
“Insyaallah sesuai penugasan ,tugas saya akan berakhir tgl 20 September 2018, Bersamaan dengab pelantikan kepala daerah terpilih seluruh Indonesia,” kata Ruddy.
Terkait dengan komentar para ulama yang menginginkan ia mundur dari jabatannya, ia tidak terlalu menghiraukan komentar tersebut.
“Saya diangkat oleh mendagri sebagai Pj Walikota dan bertanggung jawab kepada pemerintah pusat,” tandasnya.
Sebelumnya, Para tokoh ulama merasa kecewa atas sikap Pj Walikota yang tidak bersedia menemui mereka.
“Jadi kita kecewa, padahal dijadwal sudah dan kecewa lagi harus kirim surat kenapa kemarin tidak diberitahu begitu,” Abdul Manan, Ketua FKUB Kota Bekasi.(RON)