
JATISAMPURNA – Kelurahan Jatirangga menggelar Pra Musrenbang RKPD tahun 2020 yang berlangsung di Rumah Panggung RT 01 RW 10, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Jumat (11/01/2019) malam.
Acara di hadiri oleh camat jatisampurna, sekcam, kasi kecamatan, babinsa, binmaspol, kapospol, LPM, BKM, KLM, Katar, RT/RW, ibu kader PKK dan Posyandu, Tomas dan tokoh agama serta sesepuh.
Lurah Jatirangga, Ahmad Afandi mengatakan, kegiatan pra musrenbang RKPD tahun 2020 kelurahan jatirangga dengan tema Peningkatan ketersediaan sarana dn prasarana berbasis digital.
Selain itu, kata Afandi, Pra Musrenbang kali ini juga dirangkai dengan sosialisasi rencana pencanangan Kelurahan Budaya Jatirangga tahun 2019.
“Kita hadirkan Tim Penggagas Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Bekasi yakni, Suta Tjamin, Aki Maja, dan bang Djiung untuk menjadi Narasumber,” kata Ahmad Afandi, sabtu (12/01/2019).
Ia menuturkan, untuk merealisasikan Kelurahan Budaya Jatirangga, rencana awal akan di mulai dengan penyusunan profil budaya Jatirangga serta sejarah singkat kebudayan Kranggan. Banyak pihak yang akan dilibatkan dalam penyusunan profil budaya dan sejarah singkat kebudayaan Kranggan.
“Saya akan libatkan, LPM, KLM, rumah kreatif, tim PPKD dan para sesepuh dalam penyusunan profil budaya dan sejarah singkat kebudayaan Kranggan,” ujarnya.
Pencanangan Kelurahan Budaya Jatirangga sendiri akan dilakukan pada bulan September berbarengan dengan momen acara Babaritan Kranggan.
“Pencanangan akan dilakukan pada bulan september dengan momen acara babaritan kranggan, harapannya bisa di canangkan oleh Walikota Bekasi,” imbuhnya.
Afandi berharap kedepan Kelurahan budaya Jatirangga akan di dorong menjadi destinasi wisata budaya di Kota Bekasi. Sehingga dapat melestarikan kebudayaan yg ada di kranggan sekaligus dapat mendorong ekonomi masyarakat setempat.
Namun Demikian, diakui Afandi, dalam merealisasikan Kelurahan Jatirangga menjadi Kelurahan Budaya Jatirangga tidak semudah membalikan telapak tangan, karena banyak tantangan serta kendala-kendala seperti ketersedian sarana dan prasarana dan juga bagaimana merubah pola pikir anak milenial untuk tertarik melestarikan kebudayaan Kranggan.
“Ketersediaan sarana dan prasarana yang mesti di tingkatkan kembali. Merubah mindset para generasi milenial untuk tertarik dan mau ambil bagian dalam pelestarian budaya kranggan, itulah tantangan dan kendala yang akan kita hadapi,” tutupnya.(RON)