Wali Kota Telusuri Tanggul Kali Bekasi Pantau Wilayah Terdampak Banjir

Rahmat Effendi berjalan melintasi tanggul kali Bekasi untuk memantau wilayah terdampak banjir, Senin (6/1/2019)

JATIASIH – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yayan Yuliana, dan Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah, Wali Kota Bekasi memantau titik di Kecamatan Jatiasih, Senin (6/1/2019). Dengan berjalan kaki, Rahmat Effendi menyelusuri tanggul kali Bekasi dari perumahan Pondok Mitra Lestari hingga Pondok Gede Permai
Mulai dari jam 11.00 WIB, hingga 17.00 WIB, Wali Kota menelusuri tepian aliran sungai Kali Bekasi, banyak yang ditemukan saat menelusurinya seperti sumur pompa penyedot yang rusak dan tidal bisa dipakai, sampah menumpuk di aliran sungai hingga tembok pembatas yang hancur sampai terjadinya masuk ke rumah warga.
Selama 6 jam tersebut, penelusuruan aliran daerah sungai Kali Bekasi, Wali Kota akan menargetkan pembenahan Kali Bekasi sesuai instruksi dari Kementerian PUPR Republik Indonesia.
Rahmat Effendi mengaku bahwa akan bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam waktu dekat ini, untuk membahas sejumlah hal terkait persoalan banjir di wilayah perbatasan aliran Kali Bekasi—Sungai Cikeas—Sungai Cileungsi.
“Pak Menteri Basuki (Menteri PUPR) mau mengundang kita. Kamis lalu, beliau menelpon saya. Saya juga sudah menelpon Kepala BBWSCC untuk nanti bersama-sama mendesain persoalan ini. Katanya, akan digelontorkan anggaran dari APBN,” pungkasnya.
Rahmat berkeinginan, adanya penyedotan Sungai Bekasi, apabila Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran dari APBN. Sebab hal ini akan menjadi jangka panjang hingga 30 tahun mendatang.
“Kalau nanti digelontorkan oleh pak Menteri PU, berarti nanti dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi sampai laut, sebab Sungai Bekasi itu alirannya sampai ke Laut. Minimal disedot, air bisa mencapai 10 meter, Insya Allah kita aman sampai 20 hingga 30 tahun mendatang,” terangnya.(RON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *