
BEKASI SELATAN – Sejak awal 2020, Kasus DBD di Kota Bekasi menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski menurun masyarakat diminta tetap waspada dan peduli pada kebersihan lingkungannya masing-masing.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat sejak awal Januari hingga akhir Februari 2020, di Kota Bekasi terdapat 109 kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Sukrawati mengatakan, tahun 2019 lalu, pada bulan Januari hingga akhir Februari DBD mencapai 199 kasus dengan korban meninggal satu orang.
Meski saat ini angka kasus DBD menurun dan belum ditemukan ada korban meninggal, namun Dezi tetap meminta agar warga Kota Bekasi senantiasa peduli pada kebersihan lingkungannya masing-masing.
Di Kota Bekasi, tahun 2020 ini, kasus DBD tertinggi ditemukan di wilayah Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Pondok Gede.
Dezi Syukrawati mengatakan, Warga masyarakat Kota Bekasi, dihimbau untuk menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Mandiri. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi wabah DBD.
“Saya minta kepada seluruh warga Masyarakat agar untuk menjadi Jumantik Mandiri untuk mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit demam berdarah,” kata Dezi.
Adapun faktor penyebab meningkatnya kasus DBD kata Dezi akibat perubahan cuaca.Ditambah, lingkungan pemukiman warga yang dinilai tidak bersih membuat pertumbuhan nyamuk aedes aegypti berkembang.
Dia pun menambahkan, Selama ini fogging juga dikenal sebagai salah satu cara untuk mencegah DBD. Tapi ternyata bahwa PSN merupakan hal yang jauh lebih disarankan ketimbang fogging. Fogging tidak pernah direkomendasikan untuk pencegahan DBD.
“Saya lebih pro PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), bukan fogging. bahwa foging itu hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, bukan jentiknya. Padahal apabila jentik tidak dibunuh, maka itu sama saja ‘menyediakan’ kesempatan untuk nyamuk generasi berikutnya tumbuh sehingga masalah DBD tidak akan bisa selesai,” ujarnya.(RON)