H+1 Libur Natal, Terminal Bekasi Sepi

H+1 libur natal, terminal Bekasi sepi dari calon penumpang, Jum'at (26/12/2014).
H+1 libur natal, terminal Bekasi sepi dari calon penumpang, Jum’at (26/12/2014).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Sehari setelah liburan panjang, terminal Bekasi terlihat sepi dari pengunjung, Jumat (26/12/2014).‬
‪Keadaan terminal sekarang terlihat lengang, hanya beberapa bis antar kota saja yang terlihat lalu lalang. Ini hanya keberangkatan menuju Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang saja. Sementara, untuk keberangkatan antar Provinsi kebanyakan hanya di dominasi oleh bis-bis tujuan Jawa Barat.‬
‪”Hari ini volume penumpang mulai kembali sepi. Sejak pagi hingga sore hari tidak sampai 300 bis yang berangkat,” jelas Kasubnit Pengendalian Operasional Terminal Bekasi, Umar Setiono kepada beritabekasi.co.id, Jumat (26/12/2014)‬
‪Dikatakan Umar, lonjakan penumpang mencapai puncaknya saat menjelang Natal dan seusai perayaan tepatnya pada Rabu (24/12/2014) dan Kamis (25/12/2014). Ketika itu armada transportasi yang diberangkatkan per hari mencapai 400 bis yang mampu mengangkut sekitar sepuluh ribu lebih penumpang.‬
‪Menurut Umar, penumpang sempat tertahan dan membludak di terminal. Hal ini disebabkan keterlambatan armada yang mengalami banyak kendala di sekitar Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, adanya longsor di daerah Lewo yang merupakan perbatasan antara Tasikmalaya dengan Garut. Kendala lain yang dihadapi yaitu, Banjir yang terjadi di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung.‬
‪”Kepadatan penumpang baru dapat terurai usai ashar hingga malam tiba. Kita juga menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat keberangkatan,” tambahnya.
‪Sementara itu, Kepala Tata Usaha Terminal Bekasi, Tedy Abdul Hakim menuturkan, Terminal Bekasi saat ini memiliki 21 jalur keberangkatan yang terbagi antar Kota, Provinsi dan Pulau.
Lanjutnya, tujuan terbanyak adalah ke daerah sekitar Provinsi Jawa Barat seperti, Bandung, Garut, Tasikmalaya, sumedang, Cianjur, Sukabumi hingga Pengandaran. ‬
‪Sementara, untuk tujuan daerah Jawa Tengah, terminal Bekasi hanya menyediakan keberangkatan ke beberapa wilayah saja seperti, Jogjakarta Semarang, Solo dan Banjarnegara. Sedangkan untuk keberangkatan terjauh adalah ke Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.‬
‪Dirinya mengungkapkan, armada yang beroperasi di Terminal Bekasi saat ini berjumlah sekitar 600 bis dengan rata-rata keberangkatan sebanyak 350 bis per harinya.
Penurunan volume penumpang yang terjadi mulai hari ini, membuat pemasukan dari biaya retribusi menjadi semakin berkurang.‬
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Tedy mengatakan kenaikan volume penumpang baru akan terjadi menjelang perayaan tahun baru. Namun, menurutnya, keberangkatan yang paling banyak adalah ke daerah-daerah wisata seperti, Bogor, Bandung dan Pangandaran.
Terpisah, penurunan jumlah penumpang juga disesalkan, Anto, salah satu penjaja makanan di terminal Bekasi. Pria berusia 50 tahun ini mengaku, pendapatannya jauh berkurang dibandingkan dua hari lalu.‬
‪”Kemarin bisa mengantongi hingga Rp300 ribu per hari. Sekarang hanya setengahnya saja, sepi dari pagi soalnya,” keluh Anto
‪Selain Anto, imbas penurunan intensitas penumpang juga di rasakan Martono. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku, pendapatannya hari ini turun hingga lebih dari 50 persen dibandingkan kemarin.‬ (bem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *