
JAKARTA – Advokat senior, Todung Mulya Lubis mendukung wacana pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah. Dukungan ini diberikan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) KPK genap berusia 11 tahun pada Senin (29/12).
“Korupsi berjamaah itu sudah sangat lazim terjadi di indonesia, dan kita tidak mau ada korupsi berjamaah, tapi itulah faktanya yang terjadi. Jadi saya setuju pembukaan kantor-kantor di daerah. Itu penting,” kata Todung di Gedung KPK, Senin (29/12).
Selain pembentukan kantor cabang KPK di daerah, Todung juga mendukung rencana KPK yang meminta agar penandatanganan pakta antikorupsi tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara negara tetapi juga oleh pasangannya.
“Mungkin seharusnya oleh anak-anaknya (penyelenggara negara),” kata Todung.
Menurut Todung, setelah berdiri selama 11 tahun, KPK masih menghadapi tantangan yang berat. Salah satunya, terbatasnya sumber daya manusia. Apalagi berhembus kabar penyidik dan penuntut umum KPK akan ditarik oleh Kepolisian dan Kejaksaan.
Tak hanya sumber daya manusia, Todung menyatakan, anggaran operasional yang masih tergantung pada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menjadi kendala bagi upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
Menurut Todung, jika DPR memiliki komitmen memberantas korupsi, anggaran operasional KPK tidak lagi menjadi soal. Apalagi jika melihat kerugian keuangan negara akibat korupsi.
“Kalau dulu 20 sampai 30 persen APBN itu bocor sekarang mungkin tidak 30 persen, tapi kalau 20 persen itu masih bisa. Menurut saya anggaran tidak menjadi masalah kalau DPR itu commited untuk bantu pemberantasan korupsi,” tegasnya.
Todung menyatakan, dalam momentum HUT KPK, upaya-upaya untuk melemahkan lembaga antikorupsi tersebut harus dihentikan dan dilawan. Sebagai anak kandung reformasi, KPK dapat tetap menjalankan fungsinya karena korupsi di Indonesia sudah sangat sistemik.
“Dan kita masih belum berkurang tingkat korupsinya, walaupun IPK (Indeks Persepsi Korupsi) kita sudah naik jadi 34 tapi itu masih jauh jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura,” ungkapnya.