
BEKASI TIMUR – Gedung KPU Kota Bekasi yang belum lama ditempati diduga adanya cacat konstruksi saat pembangunan. Pasalnya, salah satu ruangan, yakni ruangan Sekertaris dan Kasubag program & data KPUD Kota Bekasi sudah mengalami kebocoran hingga mengakibatkan plafonnya ambruk akibat tidak kuat menahan debit air setelah diguyur hujan besar dibarengi angin kencang, senin (15/1/2017).
Jamal, Office Boy KPUD Kota Bekasi mengaku mengetahui ambruknya plafon saat sedang membersihkan air diruangan Sekretaris KPU karena bocor.
“saya lagi membersihkan air hujan akibat bocor atapnya, berselang 2 menit ambruk tuh atap ruang ibu Sekertaris,” kata Jamal, kepada wartawan, senin (15/1/2018).
Akibat ambruknya plafon, Jamal mengalami luka cukup serius disebabkan tertimpa serpihan atap yang rubuh dan pintu yang terjatuh.
“Saya Ketiban atap dan pintu, kaki saya terluka saat sedang mau mematikan listrik saat kejadian atap rubuh terjadi,” terang Jamal.
Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Aldo Roberto, saat mengecek lokasi ambruknya plafon KPU Kota Bekasi menjelaskan, penyebab ambruknya plafon karena talang air dari bangunan lama yang dipertahankan tidak kuat menampung debit air hujan.
“Sudah bisa dipastikan, penyebabnya karena talang air tidak kuat menahan, nanti akan kita segera diperbaiki,” ucap Aldo.
Menurutnya, kantor KPU Kota Bekasi dibangun dua lantai dengan menelan biaya 1,8 miliar APBD 2017. Bangunan gedung yang baru jadi sendiri belum diserah terima kepada KPU Kota Bekasi.”Bangunan belum diserah terima kan kepada KPU Kota Bekasi, Baru di serah terima kepada Disperkimtan,” ujarnya.(RON)