OB DPRD Juga Manusia, Mereka Minta Kesejateraan untuk Hidup Layak


CIKARANG – Seorang Office Boy di DPRD, Gandi (34), mendadak curhat di sosial media lantaran merasa dirinya dan teman-teman seprofesinya belum mendapat updh yang membuatnya sejahtera.
Saat dikonfirmasi, pria yang sudah bekerja 13 tahun di DPRD Kabupaten Bekasi ini membenarkan bahwa cuitan di sosial media tersebut adalah benar dirinya yang menulis.
Beginilah cuitannya ayah dari 4 anak yang sudah membuat gempar kondisi di DPRD dan Komplek perkantora Bupati Bekasi
– Kisah Pilu Cleaning Service/Office Boy Komplek Perkantoran Pemda Kab. Bekasi, gaji pas-pasan, tanpa Uang makan, dan Asuransi. Tempat pelayanan Masyarakat dan tempat para Pejabat Pemkab Bekasi bekerja membawa mandat Rakyat ternyata ada kisah pilu tersimpan, ada jerit Rakyat yang selama ini justru tidak terdengar oleh Bupati dan para Pejabat lainnya di Kab. Bekasi.
Jerit itu datang dari Cleaning Service (CS)/Office Boy (OB) yang setiap hari bekerja di gedung yang terletak di Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi. Komplek Perkantoran Pemda Kab. Bekasi setiap hari mereka bersentuhan dengan para pejabat, akan tetapi pejabat pejabat dikantor tersebut tak pernah tau atau tak mau tau bahwa para CS/OB mengalami kesusahan, bahkan bisa dibilang mendapati ketidakadilan.
bayangkan dari total sekitar 80 orang kurang lebih CS/OB yang bekerja di komplek perkantoran Pemda Kab. Bekasi, mereka setiap bulannya hanya mendapatkan gaji yang berbeda beda ada yang menerima gaji RP. 1.100.000 rbu per bulan, Rp. 800ribu, per bulan dan ada juga yang menerima gaji Rp. 500 ribu per bulan nya, tanpa uang makan dan juga Asuransi kesehatan.
Mana ke perhatian pemerintahan untuk rakyat yh
padahal bisa dibilang kerja mereka cukup berat, harus berangkat pagi-pagi buta dan pulang saat petang ketika para pejabat dan pegawai di gedung tersebut pulang.
“Pembantu rumah tangga saja dapat makan dari majikannya. kita ini gak dapat makan, gajinya kecil gak dapat BPJS lagi. tapi gimana lagi, dari pada gak kerja,” ujar salah seorang Berinisial ,GL.
perwakilan dari sekian bayak yah CS/OB,
gaji sekecil itu, pada dasarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kab. Bekasi. untuk menutupi itu, para CS/OB terpaksa nyambi, mulai dari menjadi kurir para pegawai, mencuci kendaraan hingga ngojek.
“Ya kadang ada yang nyuruh nyuci mobil, disuruh keluar beli ini dan itu, kadang juga ngojekin pegawai. lumayanlah bisa buat nambah-nambah,” kata dia.
para CS/OB juga terkadang tepaksa mengumpulkan sisa-sisa makanan saat rapat untuk dimakan karena tidak ada uang untuk makan siang.
“Kan kadang ada nasi buat para pejabat. nah kalau yang gak dimakan ya udah kita ambil kita yang makan. habis gak ada duit buat makan di kantin,” kata dia.
Dimana kesejahtra,an masarakat bekasi yng di depan mata juga tidk sejahtera apalagih yng di pelosok, pelosok perkampungan,,, kita itung sementara dulu klaw OB di kab. Bekasi 80 orang yng tidak sejahtra di tambah anak istri yh klaw di ratain anak yh 2 jadi 4 orang 1 OB tuh… 4 X 80 berarti jadi 320 orang yng tidak sejahtra yng di depan mata para pejabat,,,,.(jie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *