
MUARAGEMBONG – Diduga gagal perencanaan jalan pendekat jembatan penghubung antara desa pantai mekar dan desa pantai bakti ambruk sepanjang lebih kurang 10 meter, proyek yang menelan biaya hampir 17 milyar tersebut di kerjakan oleh PT.LM yang menggunakan dana APBD murni tahun 2017.
Menurut salah seorang yang pernah ikut bekerja di proyek tersebut yang bernama Bunco saat di kompirmasi pada kamis 22-02-2018 di lokasi kejadian mengatakan, ambruknya jalan pendekat jembatan di akibatkan tidak adanya tembok penahan tanah (TPT) pada sisi kiri dan kanan sambungan kepala jembatan sehingga tidak adanya kekuatan yang menahan tanah pada sisi kiri dan kanan,sebagai penahan tanah yang menjadi pondasi jalan pendekat pada pembangunan jembatan yang menelan biaya hampir Rp.17 milyar tersebut.
“kejadian ambruknya jalan pendekat jembatan pas air banjir kira -kira pada hari rabu (07/02/2018),tanah penyanggah jalan pendekat itu longsor,” kata Bunco sabtu (24/2/2018)
“Ini jelas ada yang salah mestinya kan pada ujung sambungan jalan pendekat itu di kasih TPT/ tembok penahan tanah sisi kiri dan kanannya tuh pas yang di pasangin paku bumi,” sambung bunco sambil menunjuk kearah paku bumi /sheet pile Beton yang sedang di pasang pada sisi kanan jembatan,
Masih kata Bunco, ditambah lagi tidak adanya sambungan besi sebagai pengikat ujung kepala jembatan dengan jalan pendekat makanya pas banjir ya tanahnya longsor dan ambruk itu jalan pendekatnya ya lebih kurang dua meteran lah ambruknya.
“Pas mau di kerjain kan di bongkar dulu jalan pendekatnya karena mungkin arahan orang dinas klo ga di kasih paku bumi / bakal longsor lagi makanya jalan pendekatnya di bongkar pake beko dan di pasangi paku bumi /sheet pile Beton,”jelasnya.
Sampai dengan berita ini di turun kan pihak dinas pupr kabupaten bekasi dan juga konsultan belum bisa di kompirmasi terkait ambruknya jalan pendekat jembatan di muaragembong tersebut.(RED)