
BEKASI KOTA – SMKN 11 Kota Bekasi membuat kegiatan ekstrakulikuler Jurnalistik dengan nama Pena Jurnalis atau yang disingkat Penalis. Dibentuk awal 2017, Kegiatan ini dinilai akan menambah pengalaman dan pengetahuan di bidang jurnalistik bagi siswa
Pembina Ekskul Jurnalis SMKN 11 Kota Bekasi, Syahroby Nuralam mengatakan diharapkan siswa dapat mengikuti dan mendapat pengalaman baru dengan menulis layaknya profesi jurnalis pada umumnya.”Belajar mewawancarai narasumber, dan buat berita,” katanya.
Ia mengatakan, budaya membaca maupun menulis masih kurang ditumbuhkan di kalangan siswa. Bahkan, sejumlah survei menyebut minat baca dan kemampuan literasi anak Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. “Karena mereka lebih asyik bermain game atau main sosial media di android,” sebutnya.
Namun, hal ini tak membuat dirinya pesimis. Justru membangkitkan agar setiap siswa untuk menulis sebagai salah satu penilaian. Dikatakannya, kedepan pihaknya nantinya bekerjasama dengan salah Satu media lokal di Kota Bekasi, sebagai guru pembimbing ekskul tersebut, sehingga jiwa- jiwa jurnalis di sekolah tumbuh dan berkembang.
“Pengajar dari jurnalis bekasi. Hasil tulisan siswa akan dipajang di mading. Bahkan sekolah akan berkoordinasi dengan dinas, agar bisa menjadi jurnalis pendidikannya,” tuturnya
Dia juga selalu memotivasi anak yang mengeluh tak punya ide untuk menulis dengan cara memberi masukan untuk menulis hal-hal yang dekat dengan keseharian atau kesukaan mereka dan gurupun harus bisa menulis untuk karya ilmiah mereka.
“Awalnya susah mau nulis apa. Tapi pas udah mulai menulis inspirasi mengalir. Menulis bagai inspirasi yang tak terbendung,” katanya.
Di samping mengajari menulis, Ia menambahkan ekstrakulikuler jurnalistik juga bisa melatih anak tampil lebih berani. Karena diantara materi jurnalistik adalah hunting (memburu) berita. Dalam mencari berita, anak harus berani wawancara dengan narasumber dari berbagai profesi.
“Di sisi lain, ekstrakulikuler jurnalistik juga mengajari anak agar lebih kritis terhadap apa yang terjadi di lingkungan. Dengan kata lain anak akan tanggap apa yang terjadi di sekitarnya kemudian direfleksikan dalam bentuk tulisan mereka,” tuturnya.(RON)