
BEKASI – Merosot prestasi kontingan Kabupaten Bekasi pada perhelatan Porda 2018 di Kabupaten Bogor yang berlangsung beberapa bulan yang lalu menyisakan kekecewaan bagi masyarakat olahraga yang merupakan bagian dari pelatih, atlit, dan mantan pengurus cabang olahraga di Kabupaten Bekasi.
Pasalnya pada Porda ke XIII kemarin, Kabupaten Bekasi harus puas dengan berada di urutan posisi ke tiga dengan raihan total 330 medali (89 medali emas, 105 medali perak, 136 medali perunggu). Hal tersebut meninggalkan cemooh yang ditujukan kepada Romli selaku Ketua KONI Kabupaten Bekasi.
Sementara bila ditelisik ke belakang, pada Porda 2014, saat Kabupaten Bekasi tuan rumah raihan medali emas yang mampu disabet mencapai total 387 medali (154 medali emas, 118 perak, dan 115 perunggu).
Arman salah satu masyarakat pemerhati olahraga yang menyarankan agar Romli selaku Ketua KONI agar di evaluasi ke pemimpinannya. Sebab, apa yang selama ini digembar-gemborkan tidak sesuai dengan fakta, seperti contohnya waktu mengadakan pertemuan dengan Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Romli menargetkan 185 medali emas.
“Tapi pada kenyataannya, kita hanya bawa pulang 89 medali emas, berapa coba hitung medali emas yang hilang. Dan kita pun posisinya merosot di urutan ke tiga. Padahal sebelumnya, dia selalu yakin perolehan medali emas waktu jadi tuan rumah tidak akan bergeser jauh, tapi kenyataannya, zonk,” ketus Arman, saat ditemui awak media, Minggu (2/12/2018).
Masih dalam keterangan Arman, dengan anggaran dana Rp 49 miliar yang diminta untuk persiapan Porda di Kabupaten Bekasi, KONI Kabupaten bisa mengoptimalkan dana tersebut untuk pembinaan atlit.
“Jadi terkesan tidak sebanding antara anggaran yang dikasih dengan prestasi yang diraih, dan ada dugaan anggaran sebesar itu hanya dipakai untuk hal-hal yang sifatnya seremonial atau untuk diendapkan direkening, kan bunganya lumayan itu kalau sampai miliaran, intinya sih ada dua pilihan yang saya minta, Ketua Romli harus dievaluasi kepemimpinannya atau mundur sebagai bagian dari pertanggungjawaban, ”tutupnya.