
CIKARANG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meminta pihak swasta atau perusahaan ikut terlibat mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan bedah kampung.
Eka menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak untuk mempercepat program pembangunan pemerintah.
“Untuk menangani permasalahan ini, terus terang saya tidak bisa melakukannya sendiri dan mengandalkan APBD saja karena jumlah anggaran yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Jadi dibutuhkan kontribusi positif dari seluruh elemen agar permasalahan ini bisa diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Eka
Mekanisme pengalokasian dana CSR dari perusahaan, kata Eka, nantinya dari Pemkab Bekasi memberikan daftar wilayah dan lokasi yang diusulkan untuk dibangun, kemudian pihak perusahaan secara leluasa dapat memilih wilayah mana yang akan dibangun.
Dana tersebut dapat disalurkan tahun ini, sementara dana dari APBD direncanakan bakal disalurkan tahun 2020 mendatang.
“Kalau yang menggunakan dana dari CSR untuk tahun ini, kita udah bikin listnya nanti kita arahkan perusahaan untuk menggunakan dana CSR-nya kesana,” bebernya.
Sementara, untuk pengusulan kampung yang bakal dibedah, kata Eka, harus melalui proses Verifikasi dan Survei terlebih dahulu.
“Semua kampung di desa-desa yang masih kumuh nanti diusulkan oleh kepala desa, dan akan kita lihat dan verifikasi kampung ini layak gak untuk dibedah, karena ada tim surveinya dari kita,” tutupnya.