Viral Sekolah Berlantai Tanah di Bekasi, Muridnya Minta Diperbaiki

siswa Sekolah Dasar Negeri Samudrajaya 04 belajar berlantai tanah

TARUMAJAYA – Para siswa Sekolah Dasar Negeri Samudrajaya 04 Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi terpaksa harus belajar di seolah yang tak layak.
Ketika hujan, kegiatan belajar mengajar dihentikan, para murid dipulangkan.
“Ya gimana, hujan kan pada bocor. Pada basah, jadi suka disuruh pulang,” kata Alvin, murid kelas V, Senin (20/1/2020).
“Penginnya sih dibetulin jadi enggak takut kalau hujan. Ya masa begini terus, enggak bagus-bagus sekolahnya,” kata Alvin.
SDN Samudrajaya 04 sebelumnya sempat viral setelah munculnya video yang berisikan ungkapan para siswa yang ingin sekolahnya segera diperbaiki.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi sekolah sangat memprihatinkan.
Maka tak heran jika kondisi sekolah yang berlokasi di utara Kabupaten Bekasi sangat-sangat memprihatinkan.
Soalnya, seperti diungkapkan Alvin, sekolah terpaksa dihentikan saat hujan mulai turun.
“Apalagi kan kalau hujan besar terus ada angin. Kami khawatirnya siswa jadi korban, ketimpa kayu atau apa. Jadi mending dikosongkan saja kelasnya,” kata Kepala SDN Samudrajaya 04, Adi Siswanto.
Menurut Adi, sekolah pertama kali dibangun sekitar tahun 2000-an. Sekolah yang lokasinya dekat dengan Laut Jawa ini memiliki dua gedung.
Sekolah ini memiliki dua gedung dengan total sembilan ruangan. Pada gedung pertama terbagi menjadi tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Di gedung pertama ini pun terdapat ruangan kesehatan atau unit kesehatan siswa. Namun, kondisinya sudah tidak layak.
Sedangkan pada gedung kedua terdapat tiga ruang kelas, satu laboratorium komputer dan satu ruangan yang tidak terpakai. Kendati memiliki laboratorium, bukan berarti fasilitas sekolah telah memadai, bahkan justru sebaliknya.
Dari sembilan ruangan yang ada tersebut, boleh dibilang tidak ada satupun ruang yang memadai. Terlebih ruang kelas yang menjadi pusat kegiatan belajar mengajar para siswa setiap hari, kondisinya buruk.
Keseluruhan ruang kelas yang ada memiliki atap yang telah berlubang lebih dari satu lubang. Bahkan, beberapa ruang kelas di antaranya, berlubang hingga menembus langit. Maka tidak heran ketika hujan turun, sekolah “otomatis” diliburkan.
Selain atap, sekat antar kelas pun nyaris roboh kendati hanya dibatasi oleh triplek. Kemudian banyak jendela yang tidak berkaca.
Beberapa jendela dibiarkan berlubang, dan ada pula yang ditutup menggunakan triplek. Kondisi ini membuat sekolah terlihat kumuh, terlebih ketika melihat kondisi lantai.
Tidak sedikit ruang kelas yang lantainya tidak lagi dilapisi keramik. Di beberapa sudut, bahkan di bagian depan di dekat papan tulis, keramik tidak lagi melapisi lantai.
Sebagi gantinya, lantai menjadi lebih alami karena hanya dialasi tanah. Karena banyak beralas tanah, maka kondisi lantai menjadi kotor, sisa tanah yang berubah menjadi lumpur.
Adi Siswanto mengatakan, sejak dibangun 20 tahun silam, sekolah tak kunjung direhabilitasi oleh pemerintah. Hanya pada 2015 dilakukan perbaikan beberapa atap, namun itu pun dana dari CSR sala salah satu perusahan.
“Beberapa kali kami ajukan juga enggak dapat terus,” ucap Adi.
Hancurnya kondisi sekolah ini, lanjut dia, telah berlangsung sejak 2014. Karena tak pernah dilakukan perbaikan, pihak sekolah pun hanya dapat memerbaiki di beberapa sisi menggunakan dana bantuan operasional sekolah.
“Karena kan kalau lewat BOS enggak bisa bikin gedung baru sifatnya hanya pemeliharaan. Jadi ya kami lakukan sebisanya. Pemeliharaan misal sekat diganti triplek. Tapi ya karena sudah banyak yang rusak jadinya repot juga,” ucap dia.
Terkait video yang sempat viral, Adi mengatakan, hal tersebut merupakan inisiatif dari para siswa dan dewan sekolah.
Adi sendiri tidak mengetahui pasti waktu pengambilan videonya.
Namun demikian, Adi mengaku, pihak pemerintah daerah sempat melakukan survei untuk rehabilitasi total sekolah. Menurutnya, akan dibangun dua lokal dengan total empat ruang kelas.
“Katanya sudah masuk tahun ini, mungkin Juni atau Juli akan dibangun. Kemarin sudah survei katanya untuk lokasinya. Semoga saja dapat segera terealisasi karena kasian juga kan anak-anak,” ucap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengakui kondisi SDN Samuderajaya yang memprihatinkan. Menurut dia, kondisi tersebut tidak lepas dari banjir yang sempat merendam sekolah titik di Kabupaten Bekasi.
“Ya selain karena kondisi sekolah yang sudah harus dibangun, kemairn juga banjir jadi keramiknya pada mengelupas,” ucap dia.
Menurut Carwinda, SDN Samudrajaya 04 telah masuk dalam daftar sekolah yang harus diperbaiki. Hanya saja, kewenangan pembangunan berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
“Jadi apakah dibangun tahun ini atau tidak, menjadi kebijakkan PUPR. Namun karena kan sekolah penentuan titik belum final, maka akan kami bantu dorong agar sekolah ini diprioritaskan,” ucapnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *