
KOTA BEKASI – Ahmad Syamil Alfajri (7) yang biasanya bermain dengan teman-teman sebaya, kini tidak bisa lagi ia bisa dilakukan. Pasalnya, anak yang tahun ini menginjak usia masuk sekolah hanya bisa terbaring dengan kondisi lumpuh dirumahnya di perumahan Vila Indah Permai, Kelurahan Pejuang, Bekasi Utara. Derita itu sudah dirasakan Syamil selama hampir 6 bulan setelah di vonis menderita penyakit radang otak diakibatkan oleh virus.
Orang tua Ahmad Syamil, Sri Kurniati (45) saat ditemui, Selasa (9/5/2023) menceritakan sebelum di diagnosa karena menderita penyakit radang otak dan lumpuh seperti saat ini, anaknya masih normal seperti anak lain. Namun, sekira setahun lalu, Ia melihat gelagat aneh terhadap anak laki-lakinya. Sri mengaku sering melihat anaknya jatuh saat berjalan. Melihat kondisi itu, lalu ia membawa anaknya ke RSUD CAM untuk menjalani pengobatan pada bulan Juli 2022.
Lebih lanjut. Sri Kurniati menjelaskan, saat ia membawa anak nya ke dokter spesialis tulang (ortopedi-red). Sri Kurniati mendapat penjelasan bahwa tidak ada masalah dengan tulang Syamil. Namun dirinya malah mendapat rujukan ke dokter spesialis neorologi anak.
“Saat saya dengan suami membawa Syamil ke dokter ortopedi, sang dokter mengkalim tidak ada permasalahan dan langsung dirujuk ke dokter spesialis neorologi anak. Namun badan anak saya panas dan lemas terlebih sering muntah, langsung lah Syamil dibawa keruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk dilakukan pengecekan darah dan dinyatakan baik,” kata Sri
Namun sang ibu mengungkapkan, setelah melihat kondisi kesehatan anak nya yang belum stabil, dirinya memutuskan agar Syamil dilakukan rawat inap di RSUD Chasbullah Abdulmadjid. Namun saat mendapat penanganan dari Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Syamil mendapat diagnosa penyakit radang otak.
“Anak saya di diagnosa terkena penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus. Namun saat saya kembali ke ruang PICU, saya melihat anak saya sudah menggunakan Nasogastric Tube (NGT) untuk makan. Namun sepekan menginap di PICU, saya sedih melihat kondisi syamil sempat kaku tak bergerak,” ungkap Sri sambil mengelap air mata menahan sedih.
“Kondisi anak saya sempat membaik setelah mendapatkan perawatan, hingga akhirnya di bawa pulang oleh keluarga. Namun anak saya kondisinya seperti lumpuh saat ini,” ucapnya terbata-bata.
Sri mengaku pernah mengadukan masalah ke pihak RSUD CAM terkait kondisi anaknya yang lumpuh pasca menjalani pengobatan. Ia bahkan mengatakan sempat melakukan mediasi dengan pihak terkait di RSUD CAM.
Sri mengungkapkan
saat ini hanya mengobati penyakit anaknya dengan pengobatan alternatif. Ia telah mencoba beberapa pengobatan alternatif demi kesembuhan anaknya.
Sri berharap ada perhatian dari pemerintah agar mencari solusi terkait penyakit yang diderita anaknya.
“Saya harap pemerintah bisa mencari jalan keluar agak anaknya kembali sehat. Harapan saya sih ada pemeriksaan lebih baik untuk anaknya, jangan main vonis aja untuk menentukan diagnosa pasien SOP yang ada digunakan sesuai rule yang ada, biar tidak ada yg seperti anak saya lagi,” tutupnya.
Terpisah, Hafiz Muhazir, selaku bidang Hukum Publikasi Informasi (HPI) RSUD Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi membenarkan Ahmad Syamil sempat menjalani pengobatan di RSUD CAM. Hafiz mengatakan dokter yang menangani pasien adalah dokter spesialis.
Hafiz juga mengaku pihak Dokter RSUD sering melakukan komunikasi terkait apa yang telah dikeluhkan oleh orang tua pasien terkait kondisi anaknya. Hal itu karena orang tua pasien dikasih nomor dokternya untuk melakukan komunikasi terkait kondisi anaknya.
“Dokter spesialis sampai memberikan nomor ke pasien untuk konsultasi. Dimana ada yang begitu, kurang apalagi,” kata Hafiz, Rabu (10/5/2023).
Hafiz mengatakan pihaknya sudah menyarankan kepada orang tua pasien rutin berobat dan kontrol ke RSUD CAM. Namun ia menyayangkan hal itu tidak dilakukan.
“Kita menyayangkan itu, karena kita fokus ke pengobatan anak, biarlah kita yang dikomplein. Susah ketika sudah tidak percaya kepada rumah sakit, lalu kayak terkesan nuduh-nuduh gitu, repot juga kita menjawabnya,” tuturnya.(RON)