Kadis Damkar Terus Sosialisasi Cegah Potensi Kebakaran

CIKARANG – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, terus melakukan imbauan dan sosialiasi pada masyarakat agar bisa mencegah ptensi kebakaran. Sebab, pihaknya mencatat dalam 5 tahun terakhir yang terparah di tahun 2023 ada 477 kasus kejadian kebakaran. Kasus kebakaran itu diantaranya, alang-alang, rumah atau bangunan, juga tumpukan limbah.

“Berdasarkan catatan kami ada 477 kejadian kebakaran sepanjang 2023. Bila dirincikan kejadian kebakaran pada Januari sebanyak 15, Februari 9, Maret 7, April 16, Mei 17, Juni 19, Juli 35, Agustus 72, September 131, Oktober 118, November 26 dan Desember 12 kejadian kebakaran. Terbanyak di Bulan September,” katanya.

Adapun kejadian kebakaran yang mendominasi yakni alang-alang sebanyak 253 kali, disusul kebakaran rumah tinggal 86 kali, kebakaran tumpukan limbah 55 kali dan kebakaran ruko, toko maupun gudang sebanyak 38 kali.

Kemudian kebakaran kendaraan bermotor 10 kali, gardu atau panel listrik 8 kali, pasar atau bedeng 7 kali, pabrik 6 kali, mesin 4 kali, pipa gas 2 kali, bengkel 2 kali dan bangunan rumah sakit atau klinik dan hotel sebanyak 1 kali.

“Paling banyak ya kebakaran ilalang dilahan terbuka. Dari evaluasi petugas damkar itu karena cuaca panas yang ekstrem, udah begitu ada yang bakar sampah tanpa pengawasan. Kalau pada bangunan misalnya rumah, gudang atau lapak limbah dugaan penyebabnya didominasi karena korleting listrik maupun kompor,” katanya.

Sepanjang tahun 2023 lalu kata Adeng, hampir di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Terbanyak kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Tambun Selatan.

Dinas Pemadam Kebakaran hampir disetiap kesempatan hadir ditengah masyarakat terus melakukan sosialisasi menghimbau untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran.

Selain itu pada setiap lingkungan di RT di Kabupaten Bekasi meyiapakan tabung pemadam kebakaran (Apar). Bahkan kalau perlu Apar ini ada di setiap rumah.

“Ini yang penting juga, setiap orang agar tidak membakar sampah tanpa pengawasan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Selain menangani kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran juga melakukan penyelamatan atau evakuasi gangguan lainnya seperti operasi penyelamatan yang mengancam keselamatan manusia, evakuasi sarang tawon, evakuasi ular dan evakuasi hewan peliharaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *