Warga Cikarang Timur Terus Lawan Pengembang Real Estate

Masyarakat Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, nekat menghadang konvoi truk pengankut alat berat

CIKARANG – Masyarakat Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, nekat menghadang konvoi truk pengankut alat berat, bahkan menahannya. Tindakan itu terpaksa dilakukan lantaran diduga ingin merusak lahan persawahan dan pertanian yang ada di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Gunawan membeberkan, masyarakat tidak rela wilayahnya tersebut diubah jadi kawasan komersil. Bahkan, sempat adu mulut dengan mandor yang membawa perlatan berat tersebut.
“Truk yang bawa alat berat ini kita tahan saat mau masuk ke Blok XII. Kita sempat adu mulut sama mandornya,’ tegasnya.
Walaupun izin lokasinya yang ditandatangani Bupati Bekasi telah dimiliki pihak pengembang, Gunawan mengungkapkan, alih fungsi lahan tidak boleh terjadi. Alasannya, perizinannya belum lengkap.
“Wajar saja ada penolakan dari masyarakat Desa Cipayung. Masyarakat Cikarang Timur sebagian besar warga menggantungkan hidupnya sebagai petani. Keputusan memberikan izin lokasi ini telah menciderai dan melukai perasaan masyarakat Cikarang Timur,” cetusnya.
Tata ruang wilayah Cikarang Timur akan rusak karena jika sudah terjadi alih fungsi lahan, dari sawah menjadi lahan industri dan pemukiman (komersial bisnis). Sebab pengembang ini adalah perusahaan real estate entitas, salah satu kawasan permukiman perkotaan.
Gunawan menduga, banyak oknum pejabat Pemkab Bekasi yang terlibat dengan turunya izin lokasi alih fungsi lahan pertanian menjadi agroindustri di lahan seluas 1800 hektare.
“Kita akan terus tahan truk dan alat berat ini,” jelasnya.(jie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *